Langsung ke konten utama

hingga hari ke 1000, aku ... Part 1

Jam menunjukkan pukul 12 siang, aku yang sedang tidur-tiduran santai di kelas pun terbangun karena panasnya suasana siang itu, beberapa temanku asik bersanda gurau, mungkin itu salah satu alasan mengapa aku tidak bisa tidur dengan pulas siang itu.

Beberapa menit kemudian, Aulia menghampiriku, dan dengan santai, ia berkata, "hebat juga lu, masih bisa tidur pas yang lain berisik", sambil berlalu, aku pun menjawab sinis, "mana tidur ?", lalu aulia tertawa kecil. Karena tidak bisa tidur, aku pun mencoba mencari angin segar dengan cara keluar kelas mengingat waktu istirahat masih panjang, tiba tiba dari, belakang Tio menepuk pundak-ku, seraya bertanya, "lu ngapa dah akhir-akhir ini diem mulu", memang akhir-akhir ini aku cenderung menjadi pendiam, mengingat ada beberapa kejadian yang tidak seharusnya semua orang tahu,

Yaa, bisa dibilang aku baru saja putus dengan Farah. Kemudian dengan muka yang sedikit cemberut, aku beranikan diri untuk menceritakan sedikit mengenai ekspresiku beberapa hari ini, "sebenernya sih sepele, tapi gitudeh", kemudian dengan wajah penuh penasaran Tio kembali bertanya, "sepele gimana ?, kalo sepele mah, lu gamungkin diem-diem gitu, yang biasanya lu bawel jadi mendadak pendiem gitu, kan anak-anak juga kan jadi pada bingung, jadi lu kenapa ?", tanpa pikir panjang aku pun langsung menjawab dengan suara yang sedikit rendah, "gua putus sebenernya sama Farah", Tio pun agak terkejut, dan langsung bertanya dengan mata yang sedikit melotot, "serius lu ?", aku pun dengan ekspresi yang agak kesal menjawab, "ya menurut lu aja", dia pun tertawa terbahak-bahak,  masuk kedalam kelas sambil teriak, "WOY, RIZKY PUTUS SAMA FARAH", aku sih tidak heran kenapa dia teriak seperti itu didepan kelas, karena sebagian besar teman sekelasku ada disaat aku menyatakan cinta kepada Farah

Serentak mereka keluar kelas dan tepuk tangan, mungkin karena itu adalah "berita bahagia" untuk mereka, karena mungkin tepuk tangan mereka seakan akan berkata, "Dengan melihat wajah kecewamu saja aku sudah bahagia". Lalu, mereka mengajak duduk didepan ruang kelas, dan Rian pun mulai melontarkan pertanyaan yang agak sedikit menjengkelkan, sebenarnya yang menjengkelkan bukan pertanyaannya, tapi jawaban yang ia karang sendiri, yaitu, "Ky, lu putus ? kenapa ? oh gua tau, karna lu jelek kan ?", pertanyaan tersebut pun mengundang tawa semua yang sedang berkumpul disitu, kecuali aku, tentunya, aku pun dengan ekspresi yang sedikit dongkol menjawab, "ya gak gitu juga lah, engga, dianya aja ngerasa enggak cocok", lalu tiba tiba Putri menyambar dengan nada yang sedikit jutek, "Lagian lu sih ky batu, gua bilangin jangan, malah tetep aja diterusin, rasain lu ky" seraya mengeluarkan tertawa jahatnya,

Setelah itu bel pun berbunyi, tanda usainya waktu istirahat.

Komentar

Posting Komentar